Anggaran MBG Rp36 Miliar Per Bulan Berputar di Papua Barat
MANOKWARI, 3 OKTOBER 2026 — Manokwari, Papua Barat - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat perputaran anggaran...
MANOKWARI, 3 OKTOBER 2026 — Manokwari, Papua Barat - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat perputaran anggaran penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG) di Provinsi Papua Barat mencapai sekitar Rp36 miliar setiap bulan yang berpotensi menjadi pasar bagi komoditas pangan lokal. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Harjito B di Manokwari, Papua Barat, Jumat, mengatakan pemerintah daerah harus memperkuat produktivitas pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). "Artinya, semua kebutuhan MBG, diperoleh dari petani dan pengusaha lokal," ujarnya. Ia menjelaskan, setiap SPPG membutuhkan bahan baku dalam jumlah banyak untuk memproduksi makan bergizi sehingga membuka peluang pasar yang konsisten bagi komoditas pertanian, peternakan, perikanan, dan produk pangan lokal lainnya. Penyerapan bahan pangan lokal oleh SPPG secara maksimal membutuhkan intervensi pemerintah daerah, terutama untuk memperkuat kapasitas produksi pangan sesuai jenis, jumlah, kualitas, dan secara berkelanjutan. "Kami berharap pemerintah daerah bisa merumuskan strategi bagaimana memperkuat produktivitas komoditas pangan lokal, supaya SPPG tidak lagi mengambil dari luar Papua Barat," ujarnya. Dia berharap rantai pasok bahan pangan untuk dapur SPPG semakin mengandalkan produksi lokal, sehingga perputaran anggaran MBG menghadirkan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah Papua Barat. Pemerintah daerah juga perlu memetakan kebutuhan bahan baku seluruh SPPG dan kemudian diselaraskan dengan kemampuan produksi pangan lokal di setiap kabupaten, sehingga kebutuhan Program MBG diperoleh dari daerah setempat. "Kalau bisa, daging ayam, telur, dan lainnya berasal dari petani lokal, bukan lagi harus didatangkan dari Makassar atau Surabaya. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Supaya uang MBG itu tetap berputar di Papua Barat," kata Harjito. Saat ini, kata dia, jumlah dapur SPPG yang tersebar di tujuh kabupaten se-Papua Barat sebanyak 64 unit sudah termasuk 16 dapur daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang baru dikerjakan aktivasi BGN. Dapur SPPG 3T itu tersebar di enam kabupaten, yaitu Kabupaten Fakfak ada lima dapur, Manokwari Selatan empat dapur, Kaimana, Teluk Wondama, dan Manokwari masing-masing dua dapur, serta Pegunungan Arfak satu dapur. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Westnoken.id