BGN Aktifkan Layanan 16 Dapur SPPG 3T di Papua Barat

BGN Aktifkan Layanan 16 Dapur SPPG 3T di Papua Barat

MANOKWARI, 2 OKTOBER 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan layanan 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

MANOKWARI, 2 OKTOBER 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan layanan 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T di Provinsi Papua Barat untuk memperluas cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN Dr Harjito B usai mengikuti acara aktivasi dapur SPPG 3T secara virtual di Manokwari, Jumat, mengatakan daerah 3T dengan prevalensi stunting tinggi menjadi prioritas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Untuk Papua Barat, daerah dengan prevalensi stunting tertinggi yaitu Kabupaten Pegunungan Arfak yakni 51,5 persen berdasarkan data SSGI,” kata dia. Dia menjelaskan bahwa 16 dapur SPPG 3T yang telah diaktifkan tersebar di Kabupaten Fakfak lima dapur, Manokwari Selatan empat dapur, Kaimana, Teluk Wondama, dan Manokwari masing-masing dua dapur, serta Pegunungan Arfak satu dapur. Jumlah keseluruhan penerima manfaat Program MBG yang dilayani oleh 16 dapur SPPG 3T di enam kabupaten itu kurang lebih sebanyak 5.844 peserta didik maupun kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi lima tahun (kelompok 3B). “Peresmian SPPG 3T merupakan bagian dari upaya menekan prevalensi stunting,” ujarnya. Harjito menjamin, seluruh kepala SPPG bertanggung jawab menerapkan standar tata kelola operasional yang telah ditetapkan BGN, memperhatikan keamanan pangan, hingga proses distribusi sehingga layanan Program MBG berjalan sesuai ketentuan. BGN juga membuka ruang bagi satuan tugas pemerintah provinsi maupun kabupaten di wilayah Papua Barat untuk melakukan inspeksi mendadak ke setiap SPPG untuk menjamin penyelenggaraan Program MBG tidak menyalahi aturan. “Kami persilahkan jika mau lakukan inspeksi mendadak. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Kami sudah siapkan formnya, silahkan cek, apakah SPPG sudah terapkan sesuai ketentuan atau belum. Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Nency Titty Lidya Wyzer mengungkap, keberadaan dapur SPPG memudahkan urusan pemenuhan gizi bagi generasi muda, terutama yang berada di kawasan 3T. Pengelola dan petugas SPPG diharapkan tetap menjaga mutu dan keamanan dalam pengolahan makanan, serta kebersihan dapur agar proses produksi berjalan sesuai dengan standar operasi yang telah ditetapkan BGN. “Kita ketahui bersama, pemenuhan gizi untuk kawasan 3T masih menghadapi tantangan. Oleh karena itu, kehadiran SPPG sangat penting dalam menjawab masalah dimaksud,” ujarnya. Nency mengajak seluruh pemangku kepentingan, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan Program MBG di wilayah Papua Barat karena berdampak positif terhadap keberlangsungan generasi muda. Pemenuhan gizi bukan saja berkaitan dengan urusan kesehatan, tetapi investasi jangka panjang dalam melahirkan sumber daya manusia (SDM) Papua Barat yang unggul, dan berdaya saing di masa mendatang. “Keberhasilan Program MBG membutuhkan dukungan semua pihak, karena tujuannya agar anak-anak Papua Barat tumbuh dengan gizi yang terpenuhi,” ucapnya. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Westnoken.id