BPJS Kesehatan Sebut Penguatan FKTP Kunci Kendalikan Kasus Jantung di Papua

BPJS Kesehatan Sebut Penguatan FKTP Kunci Kendalikan Kasus Jantung di Papua

JAYAPURA, 20 SEPTEMBER 2026 — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjamin penguatan Fasilitas Kesehatan...

JAYAPURA, 20 SEPTEMBER 2026 — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjamin penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) menjadi kunci dalam mengendalikan kasus penyakit jantung sekaligus beban pembiayaannya di Papua. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito di Jayapura, Kamis, mengatakan berdasarkan data di Papua terdapat 98.132 kasus layanan jantung yang telah dilayani selama periode 2024 hingga 2026. "Banyak kasus penyakit jantung merupakan dampak faktor risiko yang tidak terkendali di hulu. Untuk itu, perlu penguatan pelayanan di tingkat FKTP," katanya. Menurut Pujowaskito, pengendalian penyakit jantung tidak hanya dikerjakan ketika peserta membutuhkan pelayanan di rumah sakit, tetapi perlu dimulai sejak tingkat pertama melalui penguatan upaya promotif dan preventif. "Karena itu.kami mendorong transformasi layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan Value-Based Health Care (VBHC) yang menempatkan hasil kesehatan dan efisiensi biaya sepanjang siklus pelayanan sebagai dasar utama,"ujarnya. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Dia menjelaskan melalui pendekatan itu, upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko dapat diperkuat, antara lain melalui pengendalian tekanan darah dan gula darah, pemantauan HbA1C secara rutin, kepatuhan terhadap pengobatan, serta pengawasan peserta yang memiliki risiko tinggi. "Pada tingkat rumah sakit, penerapan mutu berbasis hasil dikerjakan melalui pengambilan keputusan terpadu oleh Heart Team, pemanfaatan Fractional Flow Reserve (FFR), hingga penanganan staged revascularization," katanya lagi. Dia menambahkan penerapan itu juga diikuti dengan perubahan indikator evaluasi pelayanan yang tidak lagi hanya melihat proses, tetapi lebih menekankan hasil dari tindakan medis yang diberikan kepada peserta. "Keberlanjutan JKN ditentukan oleh kemampuan menghasilkan kualitas kesehatan yang optimal bagi masyarakat," ujarnya. Sebelumnya, telah dikerjakan kegiatan media workshop dengan tema "Kupas Tuntas Layanan Jantung dalam Program JKN: Dari Akses Pelayanan Berkualitas hingga Layanan Jantung Canggih bagi Peserta" secara dalam jaringan pada Rabu (16/9).

Westnoken.id