Dinkes Papua Barat Perluas Layanan Kesehatan ke Tujuh Kampung Terpencil di Manokwari Selatan
Dinkes Papua Barat melaksanakan layanan kesehatan bergerak di tujuh kampung terpencil di Manokwari Selatan untuk...
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat meluncurkan program layanan kesehatan bergerak yang menjangkau tujuh kampung terpencil di Distrik Isim, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel). Program tersebut berlangsung pada 2 hingga 5 Agustus 2026 dengan tujuan memberikan akses layanan kesehatan langsung kepada masyarakat yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Kepala Seksi Layanan Primer Dinkes Papua Barat, dr. Siti R Saifoeddin, menyampaikan bahwa kampung-kampung yang menjadi sasaran layanan ini meliputi Kampung Isim, Tubes, Duhugesa, Umusi, Dibera, Inyuara, dan Tahosta. Jarak yang jauh serta kondisi geografis yang menantang selama ini menjadi kendala utama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Program layanan kesehatan bergerak ini juga melibatkan sejumlah tenaga medis dari berbagai bidang, termasuk dokter spesialis anak, spesialis penyakit dalam, dan spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Kehadiran tim medis spesialis diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif. Pelayanan pada hari pertama program menyasar sekitar 192 warga dari Kampung Duhugesa, Umusi, Dibera, dan Inyuara. Pada hari kedua, sekitar 221 warga dari Kampung Isim, Tubes, dan Tahosta mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Selama kegiatan berlangsung, tim medis melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta malaria. Selain itu, penilaian status gizi juga dilakukan khusus bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Fransiska R Liling, menjelaskan bahwa gangguan lambung atau sindrom dispepsia serta hipertensi menjadi keluhan kesehatan yang paling sering ditemukan selama pelaksanaan program. Warga dengan riwayat hipertensi umumnya berusia di atas 40 tahun dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan berkala di fasilitas kesehatan terdekat. Program ini juga memberikan edukasi dan penanganan langsung kepada warga yang baru mengetahui kondisi hipertensi mereka. Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium dimanfaatkan tim medis untuk memberikan penanganan dini terhadap keluhan kesehatan ringan agar kondisi pasien segera membaik. Dengan inisiatif pelayanan jemput bola ini, masyarakat di pedalaman Kabupaten Manokwari Selatan dapat merasakan akses layanan kesehatan yang lebih komprehensif tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan mencegah komplikasi penyakit di daerah terpencil tersebut. Pelayanan kesehatan bergerak ini merupakan salah satu upaya Dinkes Papua Barat dalam menjawab tantangan geografis dan transportasi yang selama ini membatasi akses masyarakat pedalaman terhadap fasilitas kesehatan. Ke depan, program ini diharapkan dapat terus diperluas dan ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Papua Barat. Sumber ANTARA Papua Tengah
Westnoken.id