Ekonomi Non-Tambang Papua Tengah Tumbuh 5,45 Persen di Triwulan II 2026
BPS melaporkan ekonomi non-tambang Papua Tengah tumbuh 5,45 persen pada Triwulan II 2026, meskipun sektor tambang masih...
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Papua Tengah di luar sektor pertambangan mengalami kenaikan sebesar 5,45 persen pada Triwulan II tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting, mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Papua Tengah masih mengalami kontraksi sebesar 15,44 persen secara year-on-year, hal tersebut terutama disebabkan oleh penurunan kinerja sektor pertambangan yang mendominasi struktur perekonomian daerah. Sektor pertambangan memiliki kontribusi sekitar 76,51 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua Tengah, sehingga fluktuasi pada sektor ini sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan. Namun, jika sektor pertambangan dikeluarkan dari perhitungan PDRB, pertumbuhan ekonomi Papua Tengah sebenarnya masih menunjukkan tren positif. Ini menandakan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor-sektor lainnya tetap berjalan dengan baik. Dio menjelaskan bahwa dampak penurunan produksi tambang lebih banyak dirasakan oleh perusahaan besar, seperti PT Freeport Indonesia, dan tidak terlalu memengaruhi ekonomi masyarakat secara umum yang masih berlangsung normal dengan dukungan berbagai sektor usaha. Beberapa lapangan usaha yang mencatat pertumbuhan positif antara lain perdagangan besar dan eceran yang naik 9,47 persen, industri pengolahan tumbuh 7,44 persen, serta jasa pendidikan yang meningkat 6,98 persen. Selain itu, sektor real estat juga tumbuh 5,90 persen, informasi dan komunikasi 5,22 persen, dan jasa kesehatan 4,66 persen. Sektor pertanian juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,38 persen, sejalan dengan peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Aktivitas konsumsi masyarakat terlihat dari kenaikan penyediaan akomodasi serta makan dan minum sebesar 2,82 persen. Selain itu, sektor administrasi pemerintahan mencatat kenaikan signifikan sebesar 12,14 persen yang didorong oleh peningkatan aktivitas pemerintahan serta belanja pegawai. Menurut Dio, kondisi ini memperlihatkan bahwa perputaran ekonomi lokal tetap berjalan dan menggunakan indikator pertumbuhan ekonomi non-tambang lebih tepat untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat Papua Tengah secara riil. "Secara umum, kecuali sektor pertambangan serta jasa keuangan dan asuransi, sektor-sektor lain masih menunjukkan pertumbuhan positif. Hal ini menandakan ekonomi masyarakat Papua Tengah masih sehat dan berjalan dengan baik," ujarnya. Sumber ANTARA Papua Tengah
Westnoken.id