Festival UMKM Mimika 2026 Diharapkan Tingkatkan Omzet Pelaku Usaha Lokal

Festival UMKM Mimika 2026 Diharapkan Tingkatkan Omzet Pelaku Usaha Lokal

Festival UMKM Mimika 2026 yang digelar 10-12 Agustus di Timika diharapkan meningkatkan omzet dan memperluas pasar produk...

Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menggelar Festival UMKM Mimika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 12 Agustus 2026 di Timika. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan omzet pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menyampaikan optimisme terhadap peningkatan omzet pada festival tahun ini dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa pada festival sebelumnya beberapa pelaku UMKM berhasil meraih omzet antara Rp2 juta hingga Rp3 juta, bahkan ada yang mencapai Rp15 juta. Festival UMKM Mimika 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional yang ke-10 dan sekaligus memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini akan diikuti oleh 125 pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM serta perangkat daerah lain yang tergabung dalam rumpun ekonomi Pemerintah Mimika. Samuel juga mengungkap bahwa saat ini terdapat lebih dari 3.000 UMKM di Mimika yang terdaftar dalam sistem Online Data Sistem (ODS) Kementerian UMKM. Produk yang dipamerkan dalam festival meliputi kerajinan noken, kopi, kuliner, aksesori, dan produk olahan lokal seperti tambelo. Contoh keberhasilan pelaku UMKM di Mimika adalah kelompok perajin Noken Nakia yang mampu mencatat omzet hingga sekitar Rp40 juta. Hal ini menunjukkan potensi besar UMKM lokal apabila mendapatkan pembinaan dan akses pasar yang memadai. "UMKM Mimika harus dikenal secara nasional bahkan internasional. Produk noken Mimika sudah sampai ke negara-negara seperti Jepang, Amerika, Filipina, dan Singapura," kata Samuel. Pemerintah Kabupaten Mimika terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dekranasda Mimika, PKK, YPMAK, Dinas Perindustrian, serta PT Freeport Indonesia untuk mendukung pengembangan UMKM. Selain produk kerajinan, komoditas seperti kopi dan buah merah Mimika juga mulai menembus pasar nasional. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Samuel menegaskan bahwa meskipun Mimika dikenal sebagai daerah tambang, potensi UMKM juga harus terus dikembangkan. Untuk mendukung transaksi, beberapa pelaku UMKM sudah menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS, meskipun transaksi tunai tetap tersedia selama festival berlangsung. Hiburan tradisional Tifa juga akan memeriahkan acara, sementara beberapa perlombaan yang biasanya diselenggarakan tidak diadakan tahun ini karena persiapan Festival UMKM yang lebih besar pada Oktober 2026. Samuel berharap festival yang akan digelar pada Oktober nanti dapat menjadi momentum lebih besar untuk memperkenalkan produk UMKM Mimika ke tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah daerah juga berharap kehadiran Menteri Koperasi dan Menteri UMKM serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam acara tersebut. Sumber ANTARA Papua Tengah

Westnoken.id