Gubernur Apolo Safanpo Dorong Papua Selatan Jadi Pusat Pangan dengan Pembangunan Berbasis Masyarakat Adat
Seputar Papua Tengah: Gubernur Apolo Safanpo Dorong Papua Selatan Jadi Pusat Pangan dengan Pembangunan Berbasis...
Gubernur Apolo Safanpo Dorong Papua Selatan Jadi Pusat Pangan dengan Pembangunan Berbasis Masyarakat Adat MERAUKE, 10 AGUSTUS 2026 — Gubernur Papua Selatan Prof. Apolo Safanpo menegaskan pembangunan Papua Selatan diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia, konektivitas infrastruktur, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya alam yang tetap memperhatikan lingkungan dan hak masyarakat adat. Apolo menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara bertajuk Papua Selatan Menakar Program Strategis Nasional, Kesejahteraan Rakyat, dan Ketahanan Nasional yang ditayangkan kanal Secret Story Podcast pada Minggu, 9 Agustus 2026. Wawancara membahas arah pembangunan Papua Selatan sebagai daerah otonom baru sekaligus wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini di darat dan Australia melalui kawasan perairan. Menurut Apolo, pembangunan di Papua Selatan tidak dapat hanya diukur dari pembangunan jalan, gedung, maupun fasilitas publik. Infrastruktur merupakan instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, sedangkan tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. “Pembangunan itu ada pembangunan fisik dan pembangunan nonfisik. Semua pembangunan fisik pada akhirnya bermuara kepada pembangunan manusia,” kata Apolo dalam wawancara tersebut. Pendekatan tersebut sejalan dengan sejumlah indikator sosial ekonomi Papua Selatan. Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Pembangunan Manusia Papua Selatan pada 2025 mencapai 69,54 , meningkat 0,68 poin dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 68,86. Namun, terdapat kesenjangan antardaerah. IPM Merauke pada 2025 tercatat 75,11, sementara Boven Digoel 68,62 dan Mappi 62,60. Tingkat kemiskinan juga masih menjadi tantangan. Persentase penduduk miskin Papua Selatan pada September 2025 tercatat 19,26 persen , turun dari 19,71 persen pada Maret 2025. Angka tersebut menunjukkan percepatan pembangunan tetap perlu diarahkan pada peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerataan akses terhadap pelayanan dasar. Pertanian Jadi Motor Pertumbuhan Apolo menilai Papua Selatan memiliki karakter ekonomi berbeda dibandingkan sejumlah wilayah Papua yang memiliki basis pertambangan. Kekuatan utama wilayah tersebut berada pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan sumber daya alam terbarukan. Potensi tersebut menjadi dasar pengembangan Papua Selatan, khususnya Merauke, sebagai salah satu kawasan pendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah juga mengembangkan Program Strategis Nasional pangan dan bioetanol di Merauke sebagai bagian dari agenda memperkuat ketersediaan pangan dan energi nasional. Data BPS memperlihatkan sektor pertanian memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi daerah. Ekonomi Papua Selatan sepanjang 2025 tumbuh 3,39 persen , dengan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp35,69 triliun. Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 4,67 persen serta menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Pada triwulan I-2025, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan bahkan mencatat pertumbuhan tahunan 5,64 persen. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan produktivitas pangan berpotensi memberikan dampak langsung terhadap ekonomi lokal apabila diikuti pembangunan irigasi, jalan produksi, alat mesin pertanian, logistik, serta akses pasar. “Papua Selatan memiliki potensi besar pada pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Ini yang harus kita kelola untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Apolo. Namun, pembangunan kawasan pangan menurut dia harus mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, keberlanjutan ekologi, dan keberadaan masyarakat adat. Pengembangan investasi juga harus memastikan masyarakat lokal tidak tersisih dari perubahan struktur ekonomi di wilayahnya. Hak Ulayat dan Ekologi Jadi Pertimbangan Apolo menjelaskan hubungan masyarakat Papua dengan tanah...
Westnoken.id