Kementerian ATR/BPN Gandeng Tim Ekspedisi Patriot Percepat Penyelesaian Masalah Pertanahan Transmigrasi

Kementerian ATR/BPN Gandeng Tim Ekspedisi Patriot Percepat Penyelesaian Masalah Pertanahan Transmigrasi

Kementerian ATR/BPN melibatkan Tim Ekspedisi Patriot 2026 untuk mendata persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi...

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengambil langkah strategis dengan melibatkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dalam upaya mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan yang ada di kawasan transmigrasi. Melalui pendataan yang dilakukan langsung oleh para peserta TEP di lapangan, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi secara cepat berbagai masalah terkait kepemilikan, penguasaan, serta legalitas tanah yang dimiliki oleh transmigran. Data ini diharapkan menjadi bahan penting dalam percepatan Program Trans Tuntas. Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, menyatakan bahwa transformasi transmigrasi saat ini tidak hanya sebatas pemindahan penduduk, melainkan diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dikelola secara adil dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Menurut Ossy, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi bagian integral dalam mendukung proses transformasi tersebut. Ia mengingatkan bahwa tidak mengherankan jika di kawasan transmigrasi masih ditemukan berbagai persoalan terkait tanah, mulai dari kepemilikan hingga legalitas yang belum terselesaikan. Persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi memiliki karakteristik yang kompleks, terutama karena riwayat penguasaan tanah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Oleh sebab itu, data yang dihimpun oleh Tim Ekspedisi Patriot di lapangan sangat krusial untuk menjadi masukan dalam merumuskan langkah penyelesaian yang tepat. Dalam upaya menyelesaikan masalah tersebut, Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Transmigrasi terus memperkuat sinergi melalui Program Trans Tuntas. Program ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan legalitas lahan transmigrasi, termasuk penyelesaian konflik, tumpang tindih lahan, serta penguatan Reforma Agraria. Ossy menegaskan bahwa setiap persoalan pasti memiliki solusi bila dilakukan bersama-sama. Program Trans Tuntas merupakan salah satu ikhtiar pemerintah dalam memperbaiki legalitas tanah transmigran secara bertahap dan menyeluruh. Selain fokus pada penyelesaian persoalan pertanahan, Tim Ekspedisi Patriot juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kawasan transmigrasi melalui riset yang aplikatif dan bermanfaat. Hasil pengamatan dari tim ini nantinya akan menjadi masukan dalam penyusunan tata ruang kawasan, termasuk penyempurnaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang menjadi dasar kemudahan investasi dan pembangunan kawasan ekonomi transmigrasi. Wamen Ossy juga menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta Tim Ekspedisi Patriot, yakni membangun empati dan kepercayaan dengan masyarakat transmigran, menghasilkan riset yang dapat memberikan solusi nyata atas persoalan di lapangan, serta meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi kawasan transmigrasi. Ia berharap agar para peserta tidak hanya melakukan penelitian semata, namun mampu menghasilkan solusi yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat transmigrasi, sehingga program ini dapat berjalan sukses dan berdampak positif. Sumber ANTARA Papua Tengah

Westnoken.id