Noor Azhari: Perdamaian Papua Perlu Keamanan dan Pembangunan Bersama

Noor Azhari: Perdamaian Papua Perlu Keamanan dan Pembangunan Bersama

Noor Azhari menekankan perlindungan warga sipil, pemulihan layanan dasar, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam...

JAKARTA, 3 Oktober 2026 — Direktur Eksekutif Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Noor Azhari menilai keamanan dan pembangunan perlu ditempatkan dalam satu pendekatan untuk mewujudkan perdamaian Papua. Menurut laporan Metrotvnews.com, ia menyampaikan pandangan itu dalam diskusi publik MPSI di Jakarta Timur pada 2 Oktober 2026. Forum tersebut mengangkat tema “Mengapa Eskalasi Konflik Papua Selalu Memanas?”. Noor menekankan bahwa perlindungan warga, pelayanan publik, keadilan sosial, dan penghormatan kepada masyarakat lokal harus saling mendukung. Rasa Aman dan Layanan Dasar Noor menyebut berkurangnya kontak senjata belum cukup menjadi ukuran keberhasilan perdamaian. Pemulihan rasa aman, berjalannya layanan dasar, dan kepercayaan warga juga perlu diperhatikan. Ia menilai kekerasan mengganggu pendidikan, kesehatan, kegiatan pasar, distribusi logistik, serta hubungan sosial. Karena itu, penegakan hukum perlu disertai perlindungan sipil, akuntabilitas, dan pemahaman terhadap budaya setempat. Peran Masyarakat Lokal Menurut Noor, pendidikan, kesehatan, konektivitas, pangan, air bersih, dan ekonomi lokal merupakan bagian dari pembangunan perdamaian. Ia juga mendorong keterlibatan tokoh adat, gereja, kepala kampung, perempuan, pemuda, pemerintah daerah, pendidik, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat sipil. Noor mengusulkan langkah pencegahan melalui pemetaan kerawanan, deteksi dini, respons terpadu, serta pemulihan masyarakat terdampak. Ia menekankan perlunya koordinasi lintas sektor dengan menempatkan warga sipil sebagai pusat keamanan, pembangunan, dan rekonsiliasi. Sumber: Metrotvnews.com, 3 Oktober 2026 . Poster merupakan ilustrasi AI bergaya vector art, bukan foto peristiwa atau dokumentasi capaian pembangunan.

Westnoken.id