Operasi Triwulan III di Papua, TNI Sita 79 Senjata Api dan 394 Butir Amunisi Ilegal

Operasi Triwulan III di Papua, TNI Sita 79 Senjata Api dan 394 Butir Amunisi Ilegal

Kogabwilhan III menyita 79 pucuk senjata api dan 394 butir amunisi serta menindak 22 anggota OPM selama operasi keamanan...

TIMIKA, 15 OKTOBER 2026 — Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III menyita 79 pucuk senjata api, 394 butir amunisi, dan menindak 22 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam rangkaian operasi pengamanan triwulan III 2026 di wilayah Papua. Operasi intensif ini diselenggarakan sebagai langkah preventif menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan di tanah Papua. Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa langkah penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya TNI mengantisipasi teror bersenjata, penyelundupan logistik, serta kegiatan ilegal lainnya yang mengganggu ketenangan masyarakat luas di berbagai distrik. Rincian Penyitaan Senjata Api dan Ratusan Butir Amunisi Dari total persenjataan yang diamankan, aparat mencatat sebanyak 24 pucuk merupakan senjata api organik yang terdiri atas 11 pistol dan 13 senjata laras panjang. Selain itu, terdapat 25 pucuk senjata api campuran, meliputi tiga senjata laras pendek kaliber 9 milimeter dan 22 senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter, serta 30 pucuk senapan angin. Satgas TNI juga menyita 394 butir amunisi aktif, dengan rincian 304 butir kaliber 5,56 milimeter, 30 butir kaliber 7,62 milimeter, dan 60 butir kaliber 9 milimeter, ditambah 55 selongsong amunisi. Penyitaan amunisi dan senjata perenggut nyawa ini dinilai krusial guna melindungi keselamatan warga sipil di pedalaman Papua. Penyitaan Logistik Khusus dan Penindakan 22 Tokoh OPM Selain senjata, aparat mengamankan 28 unit handy talky (HT), 50 telepon genggam, satu unit drone, 10 alat optik pengintai, dan 10 bundel dokumen rahasia OPM. Barang bukti pendukung lainnya mencakup 1.347 batang ganja, 10 panel sel surya, perlengkapan panah, senjata tajam, serta uang tunai Rp26.773.000. Dalam rentang operasi yang sama, aparat menindak 22 orang yang teridentifikasi memiliki peran penting dalam struktur komando OPM. Penindakan mencakup tokoh-tokoh dari Kodap IV/Soraya, Kodap III/Ndugama, Kodap XVI/Yahukimo, Kodap XVIII/Ilaga, Kodap XIII/Kegepa Nipouda, Kodap XXXV/Bintang Timur, hingga unsur wilayah Domberai. Operasi Humanis dan Ajakan Kembali ke NKRI Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan keberhasilan operasi tak lepas dari soliditas satuan TNI bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dalam memetakan target serta memutus jalur pasokan senjata ilegal. Seluruh manuver lapangan dijalankan dengan mematuhi aturan pelibatan (rules of engagement), supremasi hukum, dan penghormatan nilai kemanusiaan. Pangkogabwilhan III turut mengimbau anggota kelompok bersenjata yang masih bertahan di wilayah hutan untuk segera meletakkan senjata dan memilih jalan damai. Pemerintah dan aparat penegak hukum senantiasa membuka pintu bagi seluruh warga untuk kembali bersama-sama membangun Papua yang aman, maju, dan sejahtera dalam naungan NKRI.

Westnoken.id