Papua Tengah Gandeng MUI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Papua Tengah Gandeng MUI Perkuat Ketahanan Sosial Masyarakat

Pemerintah Papua Tengah menggandeng MUI untuk memperkuat ketahanan sosial melalui moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi...

Pemerintah Provinsi Papua Tengah menjalin kemitraan strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna memperkokoh ketahanan sosial masyarakat di daerah tersebut. Kerjasama ini difokuskan pada penguatan moderasi beragama, pemberdayaan ekonomi umat, serta perlindungan bagi generasi muda. Staf Ahli II Gubernur Papua Tengah Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas, menyampaikan bahwa peran MUI sangat penting dalam menjaga kerukunan antarwarga di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang ada di Papua Tengah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri peringatan Milad ke-51 MUI Papua Tengah di Nabire. Ukkas menegaskan bahwa Papua Tengah merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakatnya. Oleh karena itu, toleransi dalam kehidupan beragama harus terus dipelihara dan ditingkatkan. MUI diharapkan dapat mengoordinasikan organisasi kemasyarakatan Islam agar tidak terjadi gesekan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Milad MUI dengan tema "Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat" dianggap sangat relevan dengan kondisi Papua Tengah saat ini. Persatuan dan kesatuan masyarakat menjadi modal utama untuk memperkuat ketahanan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada. Pemerintah daerah juga mengharapkan MUI dapat memberikan bimbingan keagamaan yang menyejukkan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga masyarakat dari penyebaran paham kekerasan dan informasi menyesatkan. Hal ini penting untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang. Selain itu, dukungan ulama sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan keluarga, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, serta perlindungan terhadap generasi muda dan kelompok rentan di masyarakat. Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mendorong peran MUI dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), produk halal, kewirausahaan pemuda, serta pengelolaan potensi lokal secara produktif. Kemandirian ekonomi ini diharapkan dapat memperkuat martabat umat dan daya tahan keluarga. Ukkas menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan MUI dan seluruh lembaga keagamaan dalam mewujudkan Papua Tengah yang maju, sejahtera, berkeadilan, damai, dan berkelanjutan. Sementara itu, Ketua MUI Papua Tengah KH Muhammad Rofiq menyatakan kesiapan MUI untuk menjalankan peran sebagai pelayan umat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menjaga persaudaraan, merawat keberagaman, dan memperkuat persatuan masyarakat. Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang di Papua Tengah adalah kekuatan yang harus dijaga bersama demi pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. "Kita jaga kerukunan. Dengan kerukunan kita bangun Papua Tengah dan mewariskan masa depan yang damai bagi generasi mendatang," ujar KH Muhammad Rofiq. Sumber ANTARA Papua Tengah

Westnoken.id