Pemerintah Salurkan KUR Rp387,5 Miliar Dukung UMKM di Papua Barat dan Papua Barat Daya

Pemerintah Salurkan KUR Rp387,5 Miliar Dukung UMKM di Papua Barat dan Papua Barat Daya

Semester I 2026, pemerintah salurkan kredit usaha rakyat Rp387,54 miliar guna dukung UMKM di Papua Barat dan Papua Barat...

Pemerintah melalui Ditjen Perbendaharaan Negara (DJPb) Kemenkeu Papua Barat menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp387,54 miliar pada semester pertama tahun 2026. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Kepala Bidang Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran II DJPb Papua Barat, Guntur Supriyanto, menyampaikan bahwa hingga Juni 2026, total debitur UMKM yang memanfaatkan fasilitas KUR mencapai 5.932 pelaku usaha. Penyaluran dana ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh modal kerja maupun investasi yang dibutuhkan. Program KUR yang dijalankan pemerintah merupakan salah satu instrumen untuk memberikan kemudahan akses pinjaman modal dengan skema subsidi bunga, sehingga pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya secara lebih optimal dan berkelanjutan. Penyaluran KUR di Papua Barat tersebar di beberapa daerah, dengan Manokwari sebagai daerah dengan penyaluran terbesar mencapai Rp83,51 miliar kepada 1.211 debitur. Wilayah lain seperti Teluk Bintuni menerima Rp39,67 miliar untuk 500 debitur, Fakfak Rp29,53 miliar untuk 619 debitur, dan Kaimana Rp24,99 miliar untuk 366 debitur. Selain itu, Teluk Wondama mendapatkan Rp16,07 miliar untuk 270 debitur, Manokwari Selatan Rp1,69 miliar untuk 13 debitur, dan Pegunungan Arfak Rp0,42 miliar untuk 4 debitur. Total penyaluran di Papua Barat mencapai Rp195,88 miliar untuk 2.983 debitur. Di wilayah Papua Barat Daya, Kota Sorong menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar yaitu Rp113,78 miliar untuk 1.700 debitur. Kabupaten Sorong Selatan memperoleh Rp36,36 miliar untuk 485 debitur, Sorong Rp24,49 miliar untuk 463 debitur, serta Raja Ampat Rp10,72 miliar untuk 182 debitur. Tambrauw mendapatkan Rp3,66 miliar untuk 76 debitur dan Maybrat Rp2,73 miliar untuk 43 debitur. Secara keseluruhan, total penyaluran KUR di Papua Barat Daya mencapai Rp191,66 miliar dengan 2.949 debitur. Dari sisi sektor usaha, penyaluran KUR masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan nilai mencapai Rp192,48 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perdagangan menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut. Guntur menambahkan bahwa peningkatan akses pembiayaan diharapkan dapat memperbesar kapasitas usaha UMKM, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Pada semester kedua 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR dapat meningkat terutama bagi pelaku UMKM di sektor produktif. Sumber ANTARA Papua Tengah

Westnoken.id