Pemprov Papua dan UNICEF Terus Perkuat Layanan Gizi Terintegrasi
JAYAPURA, 23 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama UNICEF terus memperkuat layanan gizi...
JAYAPURA, 23 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama UNICEF terus memperkuat layanan gizi terintegrasi melalui diseminasi pembelajaran strategis sebagai upaya memperkuat efektivitas penanganan masalah gizi di daerah. Asisten Bidang Umum dan Administrasi Setda Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Selasa, mengatakan persoalan gizi merupakan bagian dari pembangunan manusia sehingga penanganan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. “Yang diperkuat bukan hanya pemberian makanan, tetapi sebuah sistem layanan gizi yang terintegrasi,” katanya usai membuka kegiatan Diseminasi Pembelajaran Strategis Penguatan Program Gizi Yang Teritegrasi sebagai bagian dari Mewujudkan Papua Sehat di Kota Jayapura, Papua, Selasa. Menurut Suzana, layanan itu mencakup identifikasi sasaran, pemanfaatan pangan lokal bergizi, konseling, pemantauan pertumbuhan, pencegahan anemia, rujukan, keamanan pangan, air bersih dan sanitasi hingga penguatan kualitas layanan di puskesmas, posyandu dan sekolah. “Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting balita di Provinsi Papua tercatat 24,7 persen, wasting 10,6 persen dan underweight 19,1 persen sehingga ini menjadi tugas bersama dalam menghadirkan penangan yang tepat,” ujarnya. Dia menjelaskan permasalahan gizi ini harus dikerjakan secara menyeluruh dan berkelanjutan di mana mulai dari ibu hamil, balita, anak usia sekolah hingga remaja karena itu merupakan jenjang yang harus dikerjakan. Pemerataan Akses Pembangunan Papua “Karena itu, kita perlu menghubungkan puskesmas, posyandu, kader, keluarga, PKK, pemerintah kampung, sekolah, perguruan tinggi serta seluruh perangkat daerah terkait untuk menjamin layanan gizi dapat berjalan secara terpadu,” katanya lagi. Sementara itu, Kantor Perwakilan UNICEF Papua Aminuddin Muhammad Ramdan mengatakan UNICEF berperan sebagai mitra pembangunan pemerintah sangat siap membantu memperkuat program yang telah berjalan. “Salah satu praktik baik yang dibagikan dalam kegiatan itu adalah pemberian makanan tambahan (PMT) yang diintegrasikan dengan layanan lainnya. Di mana integrasi layanan itu diperlukan agar sumber daya yang telah dialokasikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk menjamin kebutuhan anak terpenuhi secara menyeluruh,” katanya. Oleh sebab itu, melalui kegiatan itu pihaknya melibatkan peserta dari enam provinsi di Tanah Papua serta sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua untuk berbagi praktik baik dan menyusun arah penanganan gizi melalui roadmap 2027–2029. “Penguatan integrasi diperlukan agar program dan sumber daya yang telah dialokasikan pemerintah dapat dimanfaatkan secara lebih efektif sehingga tidak ada aspek penanganan gizi yang terlewatkan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Westnoken.id