Pemprov Papua Pegunungan Perkuat Ketahanan Keluarga di Delapan Kabupaten
WAMENA, 19 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan...
WAMENA, 19 SEPTEMBER 2026 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) setempat mendorong ketahanan keluarga dalam peningkatan mitra dan keorganisasian kemasyarakatan di delapan kabupaten. Kepala DP2KB Papua Pegunungan Isak Yikwa di Wamena, Kamis, mengatakan kegiatan ini untuk terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat. “Komitmen itu diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas mitra dan organisasi kemasyarakatan dalam pengelolaan program ketahanan keluarga melalui bina keluarga lansia (BKL), usaha peningkatan pendapatan keluarga akseptor (UPPKA) dan pemberdayaan ekonomi keluarga (PEK) yang berlangsung,” katanya. Menurut Isak, kegiatan ini bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas para mitra dan organisasi kemasyarakatan agar mampu mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi keluarga serta mengembangkan berbagai program pemberdayaan di tengah masyarakat. “Pelatihan itu juga menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan para peserta dalam mengelola program ketahanan keluarga, khususnya melalui kelompok BKL, UPPKA dan PEK. Ketiga program itu memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun keluarga yang sehat, mandiri, produktif serta memiliki kemampuan menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ujarnya. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Sementara itu Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Deli Wandik mengatakan pemerintah menjamin bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan daerah yang kuat. “Pembangunan keluarga tidak dapat dipandang hanya dari sisi pemenuhan kebutuhan ekonomi. Ketahanan keluarga mencakup berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perlindungan anggota keluarga, keharmonisan, hingga kemampuan keluarga dalam memperkuat kesejahteraan dan kemandirian ekonomi,” katanya. Dia menambahkan keluarga harus dibangun secara sehat, mandiri, produktif, tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. “Pentingnya keberadaan BKL sebagai salah satu instrumen dalam memperkuat ketahanan keluarga. Melalui BKL keluarga diharapkan mampu menghadirkan perhatian, pendampingan, serta perawatan yang baik kepada anggota keluarga yang telah memasuki usia lanjut,” ujarnya.
Westnoken.id