Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Polisi Amankan Lokasi dan Sarankan Penghentian Acara

Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Polisi Amankan Lokasi dan Sarankan Penghentian Acara

Dua warga tertembak saat Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 di Wamena. Polisi mengamankan lokasi dan menyarankan...

Wamena, Papua Pegunungan – Kepolisian Resor Jayawijaya mengambil langkah cepat dengan mengamankan lokasi Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 tahun 2026 yang berlangsung di Kampung Walesi, Distrik Walesi. Tindakan ini dilakukan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif setelah terjadi insiden penembakan oleh orang tak dikenal. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.45 WIT di pintu masuk kawasan festival. Dua warga sipil menjadi korban dalam insiden ini, yang diduga pelakunya berasal dari daerah Kali Uwe. Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara membenarkan informasi mengenai penembakan tersebut. Kedua korban yang terkena tembakan adalah Laode Muhammad Ojo, usia 43 tahun, yang mengalami luka tembak di lutut kanan, serta Salbia, usia 50 tahun, yang menderita luka tembak di paha kanan dan punggung tangan kanan. Setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Walesi, keduanya dirujuk ke RSUD Wamena dan kini kondisi mereka dilaporkan dalam keadaan baik. Menanggapi kejadian ini, aparat gabungan kepolisian bersama TNI dan satuan tugas lainnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi festival. Mereka juga dibantu oleh Office Defence Cooperation (ODC) untuk mempercepat proses penyelidikan dan memastikan keamanan wilayah tersebut. Kapolres menegaskan bahwa meskipun situasi saat ini relatif kondusif, pihak kepolisian menyarankan agar pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem dihentikan sementara. Saran ini telah disampaikan kepada bupati setempat sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi insiden lanjutan dan memberikan ruang lebih luas bagi aparat keamanan untuk bekerja. Festival Budaya Lembah Baliem ke-34 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 7 hingga 8 Agustus 2026. Namun, insiden penembakan yang terjadi memaksa pihak berwenang untuk mempertimbangkan penghentian acara demi keselamatan masyarakat dan pengunjung yang hadir. Polres Jayawijaya bersama aparat gabungan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku penembakan serta memastikan tidak ada ancaman lanjutan yang dapat mengganggu ketertiban di wilayah tersebut. Sumber ANTARA Papua Tengah

Westnoken.id