Polda Papua Tengah Fokus Pulihkan Korban Penyanderaan KKB

Polda Papua Tengah Fokus Pulihkan Korban Penyanderaan KKB

NABIRE, 3 OKTOBER 2026 — Kepolisian Daerah Papua Tengah memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan psikologis satu orang...

NABIRE, 3 OKTOBER 2026 — Kepolisian Daerah Papua Tengah memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan psikologis satu orang korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, yang berhasil dievakuasi ke Timika, Senin. Kepala Polda Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini di Timika, Senin, mengatakan korban bernama Nemerina Wamang saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Jalan Amimuga Mile 32. "Sejauh ini kita belum bisa menghadirkan kesimpulan apa saja yang dialami korban karena kita belum bisa meminta keterangan. Saat ini kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit sambil melihat perkembangan psikologis korban," katanya. Ia menjelaskan kondisi fisik dan psikologis korban menjadi perhatian utama sebelum kepolisian meminta keterangan terkait pengalaman selama berada dalam penyanderaan. Menurut Kapolda, keluarga akan dilibatkan dalam proses komunikasi dengan korban, termasuk dengan menggunakan bahasa daerah agar korban merasa lebih nyaman dalam menyampaikan informasi. Keterangan korban nantinya diharapkan dapat membantu kepolisian mengetahui keberadaan korban lainnya yang masih berada dalam penguasaan kelompok penyandera serta mendukung upaya penyelamatan mereka. "Kita upayakan satu orang saksi yang hari ini kita evakuasi bisa menghadirkan keterangan, di mana tujuh orang lainnya itu sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya," ujarnya. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Ia menjelaskan proses evakuasi Nemerina dari Kampung Bela 1 menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu. Kru helikopter Polri melakukan empat kali uji penerbangan sebelum menjamin kondisi memungkinkan untuk menuju lokasi penjemputan. "Empat kali kita melakukan uji penerbangan. Kita melihat situasi cuaca, kemudian baru akhirnya bisa masuk dan mengevakuasi korban," katanya. Kapolda menjamin kepolisian masih berupaya menyelamatkan korban lainnya dan mencegah persoalan itu berkembang menjadi konflik baru antar kampung maupun antar kelompok. Ia menjelaskan kepolisian belum dapat menjamin secara rinci kondisi dan lokasi korban lainnya karena proses penyelamatan masih berlangsung. Polda Papua Tengah juga mengapresiasi dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya serta pihak-pihak yang membantu membangun komunikasi sehingga proses evakuasi dapat dikerjakan. "Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua Majelis Rakyat Papua yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak," ujarnya. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Westnoken.id