Realisasi Belanja APBN Regional Papua Barat Capai Rp10,66 Triliun pada Semester I 2026

Realisasi Belanja APBN Regional Papua Barat Capai Rp10,66 Triliun pada Semester I 2026

Belanja APBN Regional Papua Barat dan Papua Barat Daya pada semester I 2026 mencapai Rp10,66 triliun dengan pertumbuhan...

Manokwari – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Papua Barat dan Papua Barat Daya pada semester I tahun 2026 mencapai Rp10,66 triliun. Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Barat, Wakhid Susilo, menjelaskan bahwa realisasi belanja APBN tersebut mencapai 45,4 persen dari total pagu sebesar Rp23,46 triliun hingga Juni 2026. Menurut Wakhid, capaian ini menegaskan peran APBN sebagai instrumen utama dalam menjaga kualitas layanan publik serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Rincian belanja APBN terdiri dari belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp3,58 triliun atau 50,9 persen dari pagu Rp7,02 triliun. Sedangkan penyaluran dana transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp7,08 triliun atau 43,1 persen dari pagu Rp16,43 triliun. Belanja kementerian/lembaga menunjukkan pertumbuhan sebesar 33,9 persen secara year on year dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Selain itu, realisasi TKD di Papua Barat dan Papua Barat Daya juga meningkat sebesar 20,6 persen year on year. Secara keseluruhan, belanja APBN Regional Papua Barat pada semester pertama tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 24,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari sisi komponen belanja, pembayaran gaji dan tunjangan pegawai menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp2,1 triliun. Sementara itu, penyaluran TKD didominasi oleh Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp3,58 triliun. Belanja APBN diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat ketahanan pangan, dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya. Belanja tematik pada sektor infrastruktur mencapai Rp710,66 miliar atau 45,22 persen, pendidikan Rp97,04 miliar atau 47,55 persen, kesehatan Rp47,03 miliar atau 43,25 persen, serta mitigasi perubahan iklim Rp28,78 miliar atau 26,18 persen pada semester pertama tahun ini. Selain itu, berbagai program prioritas nasional terus dijalankan, termasuk pembangunan dan preservasi Jalan Trans Papua, peningkatan layanan angkutan perintis, serta program peningkatan kualitas rumah swadaya untuk membuka akses ekonomi baru. Hingga akhir Juni 2026, realisasi belanja pada kegiatan prioritas nasional telah mencapai Rp472,95 miliar atau 36,71 persen dari pagu netto. Dari sisi makroekonomi, produk domestik regional bruto (PDRB) Papua Barat tumbuh sebesar 4,64 persen dan Papua Barat Daya sebesar 4,16 persen secara tahunan. Kondisi ini menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap terjaga berkat keberlanjutan program pembangunan yang memberikan dampak positif pada pertumbuhan lapangan usaha, perdagangan, investasi, dan pembangunan di daerah. Sumber ANTARA Papua Tengah

Westnoken.id