Satu Korban Penyanderaan di Jila Mimika Dirawat di RS Bhayangkara
TIMIKA, 3 OKTOBER 2026 — Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini mengungkap DU...
TIMIKA, 3 OKTOBER 2026 — Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Jermias Rontini mengungkap DU (23) salah satu dari sembilan korban penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang berhasil dievakuasi ke Timika, kini dirawat secara intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Tengah di Mimika, Jalan Agimuga Mile 32. Jermias Rontini di Timika, Senin, mengatakan korban dievakuasi dari Kampung Bela I menggunakan helikopter milik Polri. "Ini adalah prinsip kemanusiaan yang kita lakukan dengan mengevakuasi salah satu korban sandera yang masih hidup. Selanjutnya, kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan," ujarnya. Kapolda menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, mulai dari personel Polri, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, hingga seluruh masyarakat Distrik Jila , Kampung Bela dan Alama atas dukungannya sehingga seluruh proses evakuasi dapat dikerjakan secara optimal. Dengan berhasilnya evakuasi korban yang selamat ini, diharapkan dapat mengungkap tabir kasus penyanderaan yang terjadi di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026. Saat ini, kata dia, korban sedang menjalani perawatan intensif dan belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami trauma pascakejadian itu. "Tadi, dari wajah korban, trauma itu masih ada. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Dengan upaya hari ini, kita bisa membuka tabir siapa yang melakukan penyanderaan itu," ujarnya. Ia menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui apakah korban melarikan diri dari kelompok itu atau dilepas . "Kami belum bisa menjamin apakah korban melarikan diri, korban belum bisa menghadirkan keterangan karena masih trauma," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa korban lain yang saat ini masih disandera oleh kelompok itu belum diketahui keberadaannya. "Kita jemput cuma satu dan korban yang lain kami belum tahu. Kita tidak bisa berasumsi sebelum kita dalami keterangan dari saksi yang selamat," ujarnya. Ia menjelaskan pihaknya akan melaporkan proses evakuasi itu kepada Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya. "Kami akan berkoordinasi dengan beliau , ke depannya seperti apa. Kita akan laporkan kepada pimpinan langkah-langkah penanganan selanjutnya," ujarnya. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Westnoken.id