TEP UI Latih Petani Pala Papua Barat Berbahasa Inggris untuk Pemasaran

TEP UI Latih Petani Pala Papua Barat Berbahasa Inggris untuk Pemasaran

JAKARTA, 6 OKTOBER 2026 — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) menghadirkan pelatihan bahasa Inggris...

JAKARTA, 6 OKTOBER 2026 — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) menghadirkan pelatihan bahasa Inggris dasar kepada 34 petani pala di Kawasan Transmigrasi Werianggi-Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan memperluas peluang pemasaran produk lokal. Pelatihan melalui program Sekolah Pesisir itu diikuti petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Perempuan Ayawata atau Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ayawata. “Dengan berbahasa Inggris, saya bisa berkomunikasi dan berbicara dengan teman-teman. Ketika ada turis atau orang yang tidak sama bahasa dengan saya, saya berbicara bahasa Inggris. Banyak peluang terbuka bagi warga di sini,” kata salah satu peserta Darles Bokayu dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat. Kementerian Transmigrasi mengungkap pembelajaran bahasa Inggris itu dikerjakan setiap pekan dengan materi berupa pengenalan kosakata, percakapan dasar, serta ungkapan untuk memperkenalkan diri, wilayah, komoditas, dan produk lokal. Kelompok Ayawata mengolah buah pala menjadi beberapa produk, antara lain permen, sirop, dan sari pala. Pemerataan Akses Pembangunan Papua Menurut Kementerian Transmigrasi, motivasi peserta mengikuti pembelajaran beragam, mulai dari memperkuat kemampuan komunikasi hingga membuka peluang memperkenalkan produk kepada pihak yang lebih luas, termasuk calon mitra dari luar negeri. “Mari kita lanjutkan hingga tahun-tahun ke depan. Ilmu yang kami miliki di sini memang masih kurang, tapi ilmu yang datang dari luar akan menjadi bagian dari perkembangan kami ke depan,” kata Darles. Werianggi-Werabur merupakan salah satu kawasan transmigrasi di Papua Barat yang menjadi lokasi penugasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, dengan Universitas Indonesia ditetapkan sebagai perguruan tinggi mitra untuk kawasan itu. Program TEP 2026 melibatkan 1.458 personel yang terdiri atas 243 ketua tim dan 1.215 anggota. Penugasan mencakup 41 kawasan transmigrasi prioritas nasional, 10 kawasan di Pulau Papua, serta dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi. Penguatan kemampuan bahasa asing itu juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing bagi masyarakat Indonesia. “Bahasa asing mutlak harus kita kuasai,” kata Presiden dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI pada 14 Agustus 2026. Penguatan Pelayanan Dasar Masyarakat Sementara itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya mengatakan arah pembangunan transmigrasi kini tidak lagi sebatas pemindahan penduduk, melainkan pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi masing-masing kawasan. Ia menjamin keberhasilan transmigrasi diukur dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemampuan kawasan menarik investasi, serta terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kementerian Transmigrasi juga menggandeng perguruan tinggi melalui TEP untuk melakukan pemetaan potensi serta pendampingan pengembangan kawasan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Westnoken.id