TNI Tempuh Medan Ekstrem 120 Km untuk Salurkan Bantuan ke Warga Puncak Papua
Personel TNI Koops Habema menempuh medan pegunungan ekstrem sejauh 120 km untuk menyalurkan dua ton bantuan kemanusiaan...
Personel Komando Operasi (Koops) TNI Habema melakukan perjalanan sejauh 120 kilometer melewati medan pegunungan yang sangat berat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Menurut Komandan Satuan Tugas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, perjalanan tersebut dimulai setelah bantuan yang berjumlah dua ton diturunkan dari pesawat di titik pendaratan yang berjarak sekitar 120 kilometer dari tujuan akhir di tiga distrik tersebut. Brigjen Stefie menegaskan bahwa keberhasilan pengiriman bantuan ini berkat kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan bersama dukungan pemerintah daerah setempat. Ia menambahkan, medan yang sulit, cuaca yang tidak menentu, dan akses terbatas bukanlah halangan bagi mereka untuk menjalankan tugas. Seluruh logistik dibawa oleh personel TNI dengan berjalan kaki melewati lereng pegunungan, lembah, sungai, serta jalur-jalur terjal yang hanya dapat dilalui secara manual agar bantuan sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Perjalanan tersebut berlangsung selama 12 hari dengan berbagai tantangan seperti kabut tebal, hujan, suhu yang mencapai minus tiga derajat Celsius, serta minimnya tempat beristirahat. Personel pun harus mendirikan pos singgah sementara di lereng gunung dan hutan untuk beristirahat. Bantuan yang berhasil disalurkan meliputi beras, paket sembako, mie instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat terdampak kekeringan dan krisis pangan yang melanda wilayah tersebut sejak Juni 2026. Brigjen Stefie juga menyampaikan bahwa kehadiran TNI di wilayah pedalaman Papua tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan bantuan saat menghadapi situasi darurat. Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, menyampaikan bahwa kekeringan dan kelangkaan pangan di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi menyebabkan hasil panen menurun dan persediaan bahan makanan semakin menipis. Bantuan dari TNI ini memberikan harapan baru bagi masyarakat, terutama untuk bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat agar penanganan dampak kekeringan dan krisis pangan di daerah pegunungan Papua dapat berlangsung berkelanjutan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Sumber ANTARA Papua Tengah
Westnoken.id